Asus ROG Xbox Ally X menjadi salah satu perangkat gaming genggam yang menarik perhatian sejak ASUS dan Xbox memperluas kerja sama mereka ke kategori handheld berbasis Windows. Produk ini tidak sekadar membawa nama Xbox pada bodi perangkat ROG Ally. ASUS menggabungkan pengalaman membuat komputer gaming portabel dengan sistem permainan Xbox yang dirancang lebih nyaman dioperasikan menggunakan kontroler.
ROG Xbox Ally X resmi hadir sejak Oktober 2025 dan sepanjang 2026 terus menerima sejumlah pembaruan perangkat lunak. Perangkat ini berada di kelas lebih tinggi dibandingkan ROG Xbox Ally reguler. Perbedaannya terlihat dari penggunaan AMD Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24 GB, SSD 1 TB, baterai 80 Wh, hingga sejumlah kemampuan berbasis NPU yang mulai digunakan untuk fitur visual dan perekaman permainan.
Di Indonesia, ASUS menempatkan perangkat tersebut dalam kategori handheld gaming premium. Harga resminya berada pada kisaran Rp17 jutaan, meski penawaran di toko maupun promosi ASUS dapat berubah sewaktu waktu. Dengan harga tersebut, ROG Xbox Ally X berhadapan dengan kebutuhan pengguna yang tidak hanya menginginkan konsol genggam, tetapi juga perangkat Windows yang mampu menjalankan berbagai layanan permainan PC.
Desain ROG Xbox Ally X Terlihat Lebih Dekat dengan Kontroler Xbox
Perbedaan visual ROG Xbox Ally X dibandingkan generasi ROG Ally terdahulu langsung terlihat pada bagian pegangan. ASUS menggunakan grip berkontur yang mengambil inspirasi dari Xbox Wireless Controller. Bagian kiri dan kanan tidak dibuat terlalu datar sehingga tangan memperoleh bidang pegangan yang lebih besar.
Desain tersebut menjadi penting karena bobot perangkat mencapai sekitar 715 gram. Angka itu membuat ROG Xbox Ally X bukan handheld yang sangat ringan. Bentuk grip membantu mendistribusikan tekanan ketika perangkat digunakan dalam waktu lama.
Dimensinya sekitar 290,8 x 121,5 x 50,7 milimeter. Ukurannya cukup besar untuk dimasukkan ke tas kecil, namun masih mudah dibawa dibandingkan laptop gaming.
Warna hitam juga membedakannya dari beberapa model ROG Ally sebelumnya yang identik dengan bodi putih. Penampilan ROG Xbox Ally X terasa lebih dekat dengan identitas perangkat Xbox sekaligus mempertahankan ciri ROG.
“Pendekatan desain yang menyerupai kontroler Xbox terasa masuk akal karena kenyamanan tangan menjadi persoalan penting pada handheld dengan bobot lebih dari 700 gram.”
Ryzen AI Z2 Extreme Menjadi Mesin Utama di Balik Performa
ASUS menggunakan AMD Ryzen AI Z2 Extreme sebagai pusat pengolahan ROG Xbox Ally X. Prosesor tersebut membawa delapan inti dan 16 thread dengan kecepatan hingga sekitar 5,0 GHz.
Chip ini dirancang untuk perangkat gaming genggam yang membutuhkan keseimbangan antara kemampuan komputasi dan penggunaan energi. Di dalamnya terdapat grafis AMD Radeon yang menangani kebutuhan rendering game tanpa kartu grafis terpisah seperti pada laptop gaming berukuran besar.
ROG Xbox Ally X juga memiliki NPU berbasis AMD XDNA dengan kemampuan hingga 50 TOPS. Kehadiran NPU menjadi salah satu pembeda penting dibandingkan handheld generasi terdahulu karena unit tersebut dapat menangani beban komputasi tertentu tanpa seluruh pekerjaan diberikan kepada CPU atau GPU.
Untuk game, kemampuan tersebut mulai digunakan melalui berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan. Salah satunya adalah Automatic Super Resolution yang dikembangkan untuk membantu menghasilkan gambar lebih tajam dengan tetap mempertahankan kelancaran permainan pada kondisi tertentu.
Auto SR Mulai Memanfaatkan NPU untuk Meningkatkan Kualitas Gambar
Automatic Super Resolution atau Auto SR menjadi fitur yang mendapat perhatian pada 2026. Teknologi ini mulai tersedia dalam versi pratinjau untuk pengguna Xbox Insider pada ROG Xbox Ally X.
Auto SR bekerja dengan meningkatkan hasil gambar dari resolusi yang lebih rendah sehingga tampilan pada layar eksternal dapat terlihat lebih tajam. Pada penggunaan tertentu ketika perangkat dipasang ke monitor atau televisi, Microsoft menyebut kualitas yang dihasilkan dapat mendekati detail 1440p sambil menjaga permainan tetap berjalan lancar.
Keuntungan pendekatan seperti ini terletak pada pembagian pekerjaan. NPU dapat menjalankan pemrosesan tertentu sehingga beban tidak seluruhnya diberikan kepada GPU.
Fitur tersebut terutama menarik ketika handheld digunakan dalam mode docking. Layar televisi yang lebih besar membuat kekurangan detail gambar lebih mudah terlihat dibandingkan layar tujuh inci. Auto SR mencoba mengurangi persoalan tersebut tanpa mengharuskan game selalu dirender secara native pada resolusi yang lebih tinggi.
RAM 24 GB LPDDR5X Memberikan Ruang Lebih Besar untuk Game
Asus ROG Xbox Ally X dibekali RAM 24 GB LPDDR5X dengan kecepatan 8000 MT per detik. Kapasitas tersebut termasuk besar untuk kategori handheld gaming.
Perlu dipahami bahwa sistem dengan grafis terintegrasi membagi sebagian memori utama untuk kebutuhan grafis. Karena itu, kapasitas RAM lebih besar memberi keleluasaan ketika game membutuhkan memori dalam jumlah tinggi.
Game PC modern semakin banyak menggunakan aset dengan ukuran besar. Tekstur beresolusi tinggi, area permainan luas, serta proses yang berjalan bersamaan dapat meningkatkan kebutuhan memori.
Kapasitas 24 GB juga memberikan ruang bagi Windows 11 dan aplikasi lain yang tetap berjalan ketika game dibuka. Pengguna dapat menjalankan aplikasi komunikasi, launcher permainan, maupun beberapa layanan lain tanpa kapasitas memori terasa terlalu sempit.
SSD 1 TB Menggunakan Format M.2 2280 yang Lebih Mudah Dicari
Penyimpanan internal ROG Xbox Ally X berkapasitas 1 TB menggunakan SSD PCIe 4.0 NVMe dengan format M.2 2280. Format tersebut umum ditemukan pada desktop dan laptop sehingga pilihan penggantinya cukup luas.
Kapasitas 1 TB memang terdengar besar, tetapi ukuran game PC saat ini dapat mencapai puluhan hingga lebih dari seratus gigabita per judul. Beberapa game berukuran besar dapat dengan cepat memenuhi ruang penyimpanan.
Penggunaan M.2 2280 memberi keuntungan bagi pengguna yang ingin mengganti SSD dengan kapasitas lebih tinggi. Ketersediaan berbagai pilihan produk membuat proses pemilihan penyimpanan tidak terlalu terbatas pada komponen khusus handheld.
ROG Xbox Ally X juga menyediakan pembaca kartu microSD. Fitur ini dapat digunakan untuk menambah ruang bagi game tertentu, file media, atau data lainnya tanpa harus membongkar perangkat.
Layar Tujuh Inci Tetap Menggunakan Resolusi Full HD 120 Hz
ASUS mempertahankan layar tujuh inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Panel menggunakan teknologi IPS level dengan rasio 16:9 dan tingkat kecerahan hingga 500 nits.
Kecepatan refresh mencapai 120 Hz. Angka tersebut memberikan ruang bagi game ringan atau kompetitif untuk tampil lebih halus ketika frame rate dapat berjalan tinggi.
Perangkat juga mendukung AMD FreeSync Premium dengan Variable Refresh Rate. Teknologi ini membantu menyelaraskan frame yang dihasilkan perangkat dengan kecepatan penyegaran layar.
ROG Xbox Ally X menggunakan Gorilla Glass Victus serta lapisan DXC Anti Reflection. Penggunaan lapisan antirefleksi menjadi penting pada handheld karena perangkat sering dimainkan dalam kondisi pencahayaan yang berubah.
Layar sentuh mendukung hingga sepuluh titik sentuhan. Walaupun antarmuka utama semakin diarahkan agar nyaman menggunakan tombol fisik, fungsi sentuh tetap berguna ketika pengguna harus masuk ke bagian tertentu dari Windows.
Xbox Full Screen Experience Mengurangi Kesan Menggunakan PC Kecil
Salah satu persoalan handheld Windows generasi awal adalah antarmuka desktop yang tidak selalu nyaman dikendalikan dengan stik. Ikon kecil, jendela aplikasi, serta berbagai menu Windows sering mengharuskan pengguna menyentuh layar.
ROG Xbox Ally X mencoba mengurangi hambatan tersebut melalui Xbox Full Screen Experience. Setelah perangkat dinyalakan, pengguna dapat langsung masuk ke antarmuka Xbox yang dirancang untuk layar genggam.
Sistem ini memberikan akses ke koleksi game tanpa harus terus membuka desktop Windows. Antarmukanya dapat dinavigasi menggunakan stik dan tombol seperti saat menggunakan konsol.
Microsoft juga mengurangi sejumlah aktivitas latar belakang ketika pengalaman layar penuh digunakan. Tujuannya memberikan lebih banyak sumber daya kepada game yang sedang berjalan.
Meski demikian, Windows 11 tetap tersedia di balik antarmuka tersebut. Pengguna masih dapat masuk ke desktop ketika membutuhkan aplikasi PC atau pengaturan yang tidak tersedia melalui tampilan Xbox.
Satu Pustaka Bisa Mengumpulkan Game dari Beberapa Toko PC
Kelebihan penggunaan Windows terdapat pada kebebasan memilih toko permainan. ROG Xbox Ally X tidak hanya terbatas pada game yang dibeli melalui Xbox.
Xbox Full Screen Experience memiliki pustaka permainan gabungan. Game yang terpasang dari Xbox, Game Pass, Battle.net, serta sejumlah toko PC lainnya dapat ditampilkan pada satu area.
Pendekatan tersebut mengurangi kebutuhan berpindah launcher setiap kali ingin mencari permainan. Setelah game dari sebuah layanan terpasang, pengguna dapat menemukannya melalui pustaka utama.
Namun, setiap toko tetap memiliki akun dan persyaratannya sendiri. Pengguna mungkin masih harus masuk ke launcher tertentu pada proses awal atau ketika layanan meminta autentikasi kembali.
Kebebasan seperti ini menjadi pembeda penting antara ROG Xbox Ally X dan konsol tradisional. Perangkat bekerja sebagai handheld Xbox pada antarmukanya, tetapi tetap mempertahankan fleksibilitas PC.
Game Pass Menjadi Bagian Penting dari Pengalaman Penggunaan
Integrasi dengan ekosistem Xbox membuat Game Pass menjadi salah satu layanan yang mudah digunakan pada perangkat ini. Pengguna dapat mengunduh game PC yang termasuk dalam katalog sesuai jenis keanggotaan yang dimiliki.
Selain menjalankan game secara lokal, perangkat dapat menggunakan Xbox Cloud Gaming pada wilayah dan paket yang mendukung. Cara tersebut membuat game diproses melalui server kemudian hasilnya dikirim melalui internet.
ROG Xbox Ally X juga mendukung Remote Play dari konsol Xbox. Jika pengguna memiliki Xbox di rumah, game yang terpasang pada konsol tersebut dapat dialirkan ke handheld melalui jaringan.
Tiga pendekatan tersebut memberikan pilihan berbeda. Game dapat dipasang dan dijalankan langsung menggunakan hardware ROG Xbox Ally X, dialirkan melalui cloud, atau dimainkan melalui konsol Xbox yang berfungsi sebagai perangkat utama.
Tombol Xbox Memberikan Akses Cepat ke Game Bar
Bagian kontrol ROG Xbox Ally X tidak hanya membawa tombol ABXY dan D pad. ASUS menyertakan tombol Xbox khusus yang dapat membuka Game Bar.
Melalui Game Bar, pemain dapat kembali ke halaman utama, membuka pustaka, berkomunikasi dengan teman, mengubah pengaturan, berpindah aplikasi, atau mengakses kontrol perangkat.
Armoury Crate SE juga diintegrasikan ke area tersebut. Pengguna dapat mengatur beberapa fungsi hardware tanpa keluar jauh dari permainan.
Selain tombol utama, terdapat dua tombol belakang yang dapat diprogram. Kehadiran tombol tambahan memungkinkan pemain memindahkan fungsi tertentu agar jari tidak selalu berpindah dari stik analog.
ROG Xbox Ally X juga dilengkapi dua stik analog ukuran penuh, impulse trigger, bumper, sistem haptic HD, serta IMU enam sumbu.
Impulse Trigger Membawa Sensasi Kontrol yang Lebih Dekat dengan Xbox
Model Ally X mendapatkan impulse trigger yang membedakannya dari beberapa kontrol standar pada handheld. Sistem tersebut dapat memberikan getaran pada bagian trigger ketika game mendukung fungsi terkait.
Efek seperti ini dapat terasa ketika kendaraan berakselerasi, senjata ditembakkan, atau aksi tertentu terjadi dalam permainan. Tingkat penerapannya tetap bergantung pada dukungan game.
Pada pembaruan 2026, ASUS dan Xbox juga meningkatkan sistem getaran perangkat melalui pembaruan firmware. Tujuannya menghasilkan sensasi haptic yang lebih halus serta terasa dekat dengan pengalaman menggunakan kontroler Xbox.
Perubahan kecil pada sistem getaran mungkin tidak langsung terlihat seperti peningkatan prosesor, tetapi bagian tersebut cukup penting pada perangkat yang seluruh interaksinya dilakukan melalui kontrol terintegrasi.
Baterai 80 Wh Menjadi Salah Satu Bagian Terbesar di Dalam Perangkat
ROG Xbox Ally X menggunakan baterai berkapasitas 80 Wh. Kapasitas ini dua kali lebih besar dibandingkan baterai 40 Wh yang pernah digunakan pada ROG Ally generasi awal.
Baterai besar diperlukan karena game PC dapat menuntut konsumsi daya tinggi. Lama penggunaan tetap sangat bergantung pada game, tingkat kecerahan, frame rate, pengaturan daya, dan fungsi jaringan.
Game ringan dapat dimainkan lebih lama dibandingkan judul dengan beban grafis berat. Mengurangi resolusi atau membatasi frame rate juga dapat menurunkan konsumsi energi.
ASUS menyertakan pengisi daya 65 watt. Perangkat mendukung pengisian melalui USB Type C dengan Power Delivery sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan ketika membawa adaptor yang sesuai.
USB4 Membuat ROG Xbox Ally X Lebih Fleksibel Saat Dipasang di Meja
ROG Xbox Ally X memiliki satu port USB4 Type C dengan DisplayPort 2.1 dan Power Delivery 3.0. Port tersebut juga kompatibel dengan Thunderbolt 4.
Selain itu, tersedia satu port USB 3.2 Gen 2 Type C yang juga mendukung keluaran DisplayPort 2.1 dan Power Delivery.
Kombinasi tersebut memungkinkan handheld dihubungkan dengan monitor, televisi, penyimpanan eksternal, hub, maupun perangkat lain. Ketika ditempatkan di meja, ROG Xbox Ally X dapat digunakan bersama monitor, keyboard, mouse, dan kontroler eksternal.
ASUS bahkan memberikan dukungan terhadap ROG XG Mobile untuk konfigurasi tertentu. Dengan perangkat grafis eksternal yang sesuai, kemampuan grafis dapat ditingkatkan jauh di atas GPU terintegrasi.
Mode Docking Mendapat Peningkatan Besar Sepanjang 2026
Perangkat lunak ROG Xbox Ally X terus diperbarui setelah peluncurannya. Salah satu perhatian utama pada 2026 adalah pengalaman ketika perangkat dihubungkan ke televisi atau monitor.
Setelah pembaruan, layar televisi dapat menjadi tampilan utama secara otomatis ketika handheld dipasang ke dock. Layar bawaan perangkat kemudian dimatikan sehingga pengaturan tampilan menjadi lebih sederhana.
Sistem juga dapat menyesuaikan resolusi, refresh rate, dan keluaran HDR pada perangkat yang mendukung. Beberapa televisi modern dapat mengaktifkan mode gaming secara otomatis.
Perubahan tersebut membuat penggunaan ROG Xbox Ally X di ruang keluarga terasa lebih dekat dengan konsol. Pemain cukup menghubungkan perangkat, memasangkan kontroler, kemudian melihat permainan pada layar besar.
“Kekuatan ROG Xbox Ally X justru terlihat ketika perangkat dapat berubah dari handheld menjadi mesin permainan di televisi tanpa membuat pengguna harus mengatur Windows berulang kali.”
Gamepad Cursor Membantu Saat Aplikasi Tidak Mendukung Kontroler
Walaupun Xbox Full Screen Experience semakin matang, ROG Xbox Ally X tetap menjalankan Windows. Ada aplikasi dan halaman yang dirancang untuk mouse sehingga tidak seluruhnya dapat dikendalikan menggunakan tombol.
Gamepad Cursor dibuat untuk mengatasi keadaan tersebut. Fitur ini memungkinkan kontroler digunakan untuk menggerakkan pointer pada aplikasi yang tidak mempunyai dukungan gamepad.
Pengguna dapat mengakses peramban, aplikasi streaming musik, maupun toko game pihak ketiga dengan lebih mudah tanpa selalu menyambungkan mouse.
Kemampuan tersebut juga bermanfaat ketika perangkat digunakan saat bepergian. Pengguna tidak harus membawa perangkat input tambahan hanya untuk menekan menu kecil pada Windows.
Highlight Reels Memanfaatkan Sistem untuk Merekam Momen Permainan
Fitur lain yang mulai diuji pada 2026 adalah Highlight Reels. Melalui Game Highlights versi pratinjau, sistem dapat membantu mengumpulkan momen tertentu selama permainan kemudian membuat rangkaian klip pendek.
Pada tahap awal, fitur tersebut tersedia melalui program Xbox Insider dan hanya mendukung pilihan game tertentu. Beberapa judul yang digunakan dalam pengujian mencakup Forza Horizon 5 dan Overwatch.
Gaming Copilot dapat terlibat dalam proses mengenali dan mengumpulkan bagian permainan yang dianggap menarik. Setelah sesi selesai, pengguna dapat melihat klip melalui halaman game pada aplikasi Xbox PC.
Fitur tersebut memperlihatkan alasan ASUS memasukkan NPU cukup kuat pada perangkat ini. Kemampuan pemrosesan AI tidak hanya diarahkan untuk peningkatan gambar, tetapi juga mulai dipakai pada fungsi yang bekerja selama pemain menjalankan game.
Wi Fi 6E dan Bluetooth 5.4 Menangani Kebutuhan Koneksi
Untuk jaringan nirkabel, ROG Xbox Ally X mendukung Wi Fi 6E dengan konfigurasi 2 x 2. Dukungan tersebut penting mengingat beberapa fungsi perangkat sangat bergantung pada koneksi jaringan yang cepat.
Cloud Gaming membutuhkan koneksi stabil agar input tidak terasa terlambat. Remote Play juga memerlukan jaringan yang baik jika ingin menghasilkan gambar halus dari konsol Xbox.
Bluetooth 5.4 tersedia untuk menghubungkan aksesori nirkabel. Pengguna dapat memasangkan headset, kontroler, keyboard, mouse, maupun perangkat pendukung lainnya.
Jack audio 3,5 mm tetap tersedia bagi pengguna yang lebih menyukai headset kabel. Pilihan tersebut berguna untuk menghindari latensi audio tambahan serta tidak membutuhkan baterai pada perangkat suara.
Harga ROG Xbox Ally X Menempatkannya di Kelas Handheld Premium
ASUS Indonesia mencantumkan harga ROG Xbox Ally X di sekitar Rp17 jutaan. Pada periode promosi tertentu, angka tersebut dapat turun, sehingga harga aktual perlu mengikuti penawaran yang sedang berjalan.
Dengan nominal itu, perangkat tidak bersaing hanya dengan konsol genggam. Calon pengguna juga dapat membandingkannya dengan laptop gaming yang menawarkan layar lebih besar dan keyboard fisik.
Perbedaan utama berada pada bentuk penggunaan. ROG Xbox Ally X dirancang agar game PC dapat dimainkan sambil duduk di sofa, berada dalam perjalanan, atau ketika pengguna tidak ingin membuka laptop.
Spesifikasi 24 GB RAM dan SSD 1 TB juga membuat perangkat lebih dekat dengan PC gaming ringkas daripada konsol portabel sederhana.
SSD dan Kartu microSD Bisa Diatur Sesuai Jenis Game
Pengguna yang mengoleksi banyak game perlu mengatur penyimpanan sejak awal. SSD internal sebaiknya diprioritaskan untuk game berukuran besar atau judul yang membutuhkan kecepatan baca tinggi.
Kartu microSD dapat digunakan untuk game yang lebih ringan serta koleksi media. ROG Xbox Ally X mempunyai pembaca microSD UHS II dan tetap mendukung kartu dari standar yang sesuai.
Jika kapasitas 1 TB mulai penuh, mengganti SSD M.2 2280 menjadi kapasitas lebih tinggi merupakan pilihan lain. Penggunaan format SSD umum memudahkan pencarian komponen di pasaran.
Pengelolaan ruang juga penting karena Windows membutuhkan kapasitas untuk pembaruan, file sementara, shader, serta data aplikasi. Menyisakan ruang kosong pada SSD membantu pengguna menghindari keadaan ketika pembaruan game tidak dapat dipasang karena penyimpanan benar benar penuh.