Hati-hati! WhatsApp dari India dapat memata-matai obrolan

Rate this post

Hati-hati! WhatsApp dari India dapat memata-matai obrolan

WhatsApp merupakan aplikasi chatting yang banyak digunakan di smartphone.

Namun, WhatsApp asli memiliki banyak kekurangan yang membuat penggunanya tidak puas.

Alhasil, banyak yang menggunakan WhatsApp bajakan sebagai alternatif, yakni GB WhatsApp (GB WA).
Baca Juga: Daftar HP yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp Mulai 24 Oktober 2022

GB WhatsApp cukup terkenal dan lambat laun menjadi primadona karena fitur-fiturnya membawa banyak manfaat yang tidak ada di WhatsApp versi aslinya.

GB WhatsApp ini berasal dari India. Menurut sebuah laporan baru, ini adalah versi tidak resmi yang dikloning oleh pihak ketiga yang memata-matai obrolan orang-orang di negara tersebut.

Berdasarkan laporan oleh perusahaan cybersecurity ESET. Aplikasi berbahaya ini memiliki berbagai fitur mata-mata.
Baca Juga: RI Tolak Usulan Debat Isu Uighur di Dewan HAM PBB

Ini termasuk rekaman audio dan video. Seperti dikutip dari situs News18, Senin 10 Oktober 2022.

“Aplikasi klon tidak tersedia di Google Play. Oleh karena itu, tidak ada pemeriksaan keamanan dibandingkan dengan WhatsApp yang sah. Versi yang tersedia di berbagai situs unduhan dimuat dengan malware,” tulis laporan tersebut.

India dan Cina berfungsi sebagai geolokasi untuk bot yang membentuk botnet Internet of Things (IoT) terbesar yang disebut Mozi.

“Statistik ini mendukung gagasan bahwa botnet ‘Mozi’ telah beroperasi dengan autopilot dan tanpa pengawasan manusia sejak penangkapan pembuatnya yang terkenal pada tahun 2021,” tulis laporan itu.

Bahkan Rusia menjadi sasaran perang politik dan ideologis.

“Rusia juga merupakan negara yang paling terpukul oleh ransomware. Dengan beberapa serangan bermotif politik atau ideologis oleh perang,” kata Chief Research Officer ESET Roman Kovac.

Selanjutnya, laporan tersebut memeriksa ancaman yang sebagian besar memengaruhi pengguna rumahan.

“Mengenai ancaman yang secara langsung mempengaruhi mata uang virtual dan fisik. Skimmer web yang dikenal sebagai Magecart tetap menjadi ancaman utama yang menargetkan detail kartu kredit pembeli online.”

Sumber :