Pengertian Sosiologi Menurut Ahli, Ciri-Ciri dan Fungsi

Pahami sosiologi

Sosiologi adalah salah satu ilmu sosial yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat atau mempelajari manusia atau masyarakat.

 

Pengertian-Sosiologi-Menurut-Ahli,-Ciri-Ciri-dan-Fungsi

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://officialjimbreuer.com/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

 

Sosiologi juga bisa disebut ilmu masyarakat. Tujuan sosiologi adalah untuk mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat dan perilaku sosial yang ada, dan untuk mengamati perilaku kelompok.

Seiring waktu, sosiologi selalu mutakhir. Inilah pengetahuan umum yang dihimpun atas dasar hasil pemikiran ilmiah yang bisa dikuasai oleh masyarakat lain.

Keseluruhan ilmu sosiologi dapat berupa hal-hal mulai dari keluarga, suku, negara, bangsa, ekonomi, organisasi sosial dan politik. Selain itu, ada pula pengertian etimologis sosiologi dan pokok bahasannya adalah sosiologi.

Pahami sosiologi menurut para ahli

1. Soerjono Soekanto

Istilah sosiologi menurut Soerjono Soekanto merupakan ilmu yang memusatkan perhatian dari segi kemasyarakatan dan bersifat umum, bertujuan untuk melestarikan pola-pola umum yang ada dalam kehidupan masyarakat.

2. Pitirim Sorokin

Sosiologi adalah studi tentang hubungan dan pengaruh timbal balik dari fenomena sosial yang berbeda. Seperti gejala keluarga, gejala moral, gejala ekonomi dan gejala lainnya.

Sosiologi juga mempelajari tentang hubungan dan timbal balik yang terjadi dalam fenomena sosial dan non-sosial. Sosiologi adalah studi tentang karakteristik umum dari berbagai jenis fenomena sosial yang ada.

3. Allan Jhonson

Sosiologi adalah studi tentang kehidupan dan perilaku. Terutama mereka yang berurusan dengan sistem sosial dan bagaimana sistem sosial itu dapat mempengaruhi orang lain. Dan bagaimana dengan orang-orang yang ada di dalamnya dan memiliki pengaruh pada sistem?

4. William Kornblum

Sosiologi adalah upaya ilmiah yang mempelajari masyarakat dan perilaku sosialnya. Karena perilaku sosial ini, masyarakat berpartisipasi atau terlibat dalam berbagai kelompok dan kondisi.

5. Mayor Polak

Pengertian utama sosiologi adalah studi tentang masyarakat secara keseluruhan. yaitu dari hubungan manusia ke kelompok, kelompok demi kelompok. Baik kelompok formal dan material maupun antara kelompok dinamis dan statis.

6. Paul B. Horton

Istilah sosiologi adalah ilmu yang banyak atau lebih luasnya pada studi kehidupan kelompok dan juga produk kehidupan kelompok itu sendiri. Selain itu, terdapat pendapat ahli lain tentang konsep sosiologi.

7. A. A. Von Dorn & C. J. Lammers

Menurutnya, istilah sosiologi merupakan ilmu yang membahas tentang struktur dan proses masyarakat yang bersifat stabil. Itulah pengertian menurut J. A. A. Von Dorn & C. J. Lammers. Selain memahami sosiologi, ada juga fungsi sosiologis yang bisa Anda pelajari atau tambahkan ke pengetahuan Anda.

Karakteristik sosiologi

1. Sosiologi bersifat empiris.

Artinya sosiologi dikembangkan atas dasar hasil kajian empiris terhadap fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat. Karakter empiris ini harus mampu membuktikan kebenarannya secara logis atau rasional atas dasar fakta yang ada. Bukan atas spekulasi atau wahyu. Contoh: Orang Indonesia dikenal ramah, mudah bergaul, dan kooperatif.

2. Sosiologi bersifat teoritis

Artinya fenomena atau gejala sosiokultural sebagai subjek penelitian sosiologis dikaji secara teoritis dan konseptual atas dasar hubungan sebab akibat dan dirumuskan dengan menggunakan metode dan prosedur ilmiah.
Misalnya: seorang mahasiswa atau mahasiswa rajin belajar karena termotivasi oleh keinginan untuk menjadi pintar dan berguna bagi keluarga dan masyarakatnya.

3. Sosiologi bersifat kumulatif

Artinya, teori sosiologis dibangun atas dasar teori yang sudah ada (misalnya filsafat). Teori-teori baru, yang lebih dekat dan lebih luas dengan kebenaran, pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari teori-teori yang ada.
Contoh: Menurut teori Darwin, manusia di bumi ini berasal dari kera. Nyatanya, teori ini sudah tidak berlaku lagi. Dan mengalami perubahan.

4. Sosiologi tidak etis (tidak etis)

Artinya sosiologi bukanlah studi tentang tatanan moral dan tidak berbicara tentang perilaku baik atau buruk dalam masyarakat. Namun, tugas seorang sosiolog adalah mengungkap tindakan sosial sebagai fakta atau sekedar mendeskripsikan berbagai fenomena sosial budaya yang terjadi di masyarakat berdasarkan hukum kausalitas.

 

Fungsi sosiologi

1. Untuk perencanaan sosial

Yang dimaksud dengan perencanaan sosial adalah upaya mempersiapkan masa depan seseorang dalam masyarakat. Salah satu tujuan perencanaan sosial adalah untuk mengatasi peluang yang muncul dari masalah yang muncul dengan perubahan masyarakat.

Sebaliknya, perencanaan sosial adalah tentang mencegah sesuatu, mengantisipasi sesuatu dan mempersiapkan masa depan untuk sesuatu yang akan terjadi. Jadi peran sosiologi dalam perencanaan sosial merupakan instrumen untuk mengetahui perubahan lingkungan masyarakat.

Selain itu, sosiologi digunakan dalam perencanaan sosial untuk mengetahui perkembangan apa yang terjadi di masyarakat.

Karena sosiologi adalah ilmu yang menjelaskan hubungan antara kelompok dan individu dan kelompok, maka perencanaan harus dilakukan sesuai dengan fakta yang ada.

2. Tentang penelitian

Tujuan sosiologi dalam penelitian adalah memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat dan selama kegiatan penelitian membahas gejala-gejala yang ada di masyarakat.

Dengan adanya penelitian yang ada, diharapkan ada solusi yang dapat mengatasi masalah sosial yang ada.

3. Untuk pengembangan

Selain itu, peran sosiologi dalam pembangunan adalah menyediakan data sosial yang dibutuhkan untuk tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. Untuk detailnya, baru tahap perencanaan. Yang harus diperhatikan adalah segala sesuatu yang termasuk dalam kebutuhan sosial.

Fase implementasi lebih menitikberatkan pada kekuatan sosial yang ada di masyarakat dan proses perubahan sosial yang terjadi di dalamnya. Bagian evaluasi dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh dari proses pembangunan yang dilakukan.

4. Untuk memecahkan masalah sosial

Masalah merupakan salah satu kesulitan yang muncul dan membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun terkadang masalah muncul karena kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang kita inginkan.

Untuk permasalahan sosial yang muncul di masyarakat biasanya dikaitkan dengan nilai-nilai masyarakat dan kelembagaan masyarakat. Oleh karena itu penting dicari solusi untuk menciptakan perdamaian dan keharmonisan dalam masyarakat ini. Dengan adanya ilmu sosiologi maka kita dapat mempermudah dalam mencari solusi.

Ada beberapa metode untuk mengatasi masalah ini. Misalnya, metode anti-inflamasi berarti metode tersebut dapat dicegah dan disiapkan untuk sesuatu yang dapat terjadi kapan saja. Serta kemungkinan dapat mengganggu kerukunan dalam masyarakat.

Metode pengajian merupakan metode pemberian apresiasi atau penghargaan kepada orang-orang yang berpegang pada norma dan aturan yang berlaku. Dan metode repersif digunakan untuk menciptakan efek jera bagi pelaku pelanggaran.

Lihat Juga: Call Center BPJS