Indonesia Punya Harta Karun Rp19 Ribu Triliun

Gila! Indonesia punya harta Rp19 ribu triliun | Dimana tempatnya

indonesia-punya-harta-karun

Indonesia memiliki harta karun dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai Rp 19.000 triliun. Seperti apa bentuk harta karun itu dan di mana letaknya?

Mengutip Detik.com, “harta karun” Indonesia adalah kekayaan laut Indonesia, yang meliputi perikanan, budidaya, dan industri bioteknologi.

Diperkirakan kekayaan laut kita bernilai $1,338 miliar atau Rp19,133 triliun setahun! Itu luar biasa, bukan?

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sjarief Widjaja, jumlah tersebut dapat diperoleh dari semua sumber maritim.

Mulai dari perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan dan lain-lain.

“Ini peluang, kita hanya membahas perikanan tangkap, kita tidak menyentuh bioteknologi,” tambah Sjarief pada Rakernas Hipmi 2021, seperti dikutip Detik.com, Jumat (9/3/2021).
Potensi kekayaan laut Indonesia

Selain itu, Sjarief mengatakan bahwa potensi ini perlu sangat dioptimalkan. Terutama bagi para pengusaha di tanah air. Apalagi dengan kondisi saat ini yang belum semua sektor dioptimalkan.

Luas wilayah Indonesia kurang lebih 8 juta kilometer persegi, hampir seluas luas wilayah Amerika Serikat.

Namun, ternyata kami hanya menggunakan 2,1 juta kilometer persegi dari total luas. Sisanya 6,1 juta kilometer persegi belum memberikan kontribusi terhadap perekonomian.

Indonesia, misalnya, merupakan pengekspor ganggang terbesar. Kami memenuhi sekitar 25% dari permintaan alga dunia.

Namun, produk yang kami ekspor masih berupa bahan mentah. Artinya nilai ekspor alga kita tidak terlalu besar.

Padahal, nilai tambah bila diolah kembali menjadi produk turunan lainnya bisa sangat besar. Alga dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, tepung.

Tersebar di 11 sektor

Potensi kekayaan ekonomi di sektor kelautan atau harta karun Indonesia sangat besar. Total kekayaan Rp 19.133 triliun tersebar di 11 sektor.

Diantaranya adalah sektor perikanan tangkap dengan potensi $20 miliar (Rp28 triliun).

Lalu ada sektor akuakultur dengan potensi €210 miliar.

Ada juga potensi sektor energi dan bahan baku, antara lain garam dan BMKT yang nilainya mencapai US$ 210 miliar (Rp 2.995 triliun).

Selain itu, terdapat potensi di sektor pariwisata bahari sebesar $60 miliar (Rs.85 triliun), transportasi laut sebesar $30 miliar (Rs.4 triliun), industri dan jasa maritim sebesar $200 miliar (Rs.2853 triliun).

Bagaimanapun, potensi kehutanan pesisir adalah $ 8 miliar, sumber daya pulau-pulau kecil adalah $ 120 miliar (Rs.1,711 triliun), dan sumber daya non-konvensional adalah $ 200 miliar (Rs.2853 triliun).

Menjadi Prioritas Presiden

Sjarief juga menegaskan, memanfaatkan potensi atau kekayaan laut Indonesia merupakan salah satu prioritas Presiden Joko Widodo.

“Ketika dia pertama kali mengumumkan bahwa dia pertama kali terpilih sebagai presiden, dia mengatakan bahwa kita telah terlalu lama memunggungi laut dan sudah waktunya untuk melihat laut kita,” pungkasnya.

Sumber :